Minggu, 07 Agustus 2016

Cara Menghindari Pesimis dan Menjadi Optimis

Pesimis adalah kondisi pikiran yang melihat dunia ini selalu negatif. Memang tidak harus semuanya terlihat negatif, mungkin untuk aspek kehidupan yang lain seseorang menerima dengan positif, tetapi untuk aspek lainnya dia melihatnya dengan negatif. 

Artinya mungkin ada seseorang yang pesimis hanya untuk sebagian aspek kehidupan lainnya. Muara dari pesimis adalah sikap putus asa, sebuah sikap yang menganggap tidak ada lagi (habis) harapan positif. Pesimis dengan sikap putus asa adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Saat kita membahas pesimis, kita juga sekaligus bicara tentang putus asa. 

Pesimis menyebabkan kita putus asa, dan penyebab putus asa adalah pesimis. Penyebab Pesimis Bagi orang yang pesimis, mereka pesimis karena “fakta dan logika berbicara”. Mereka akan bersandar pada fakta tentang hel-hal negatif, akibat buruk, dan kekagagal yang ada. Ini akan menjadi alasan bagi mereka, bahwa berpikir negatif itu wajar sebab fakta berbicara. 

Selain fakta, mereka pun akan mengatakan bahwa secara logika juga memang demikian, bahwa selalu ada hal negatif dan peluang kegagalan dibalik sesuatu. Contoh fakta yang bisa dijadikan alasan mereka pesimis seperti banyaknya pejabat yang korup. Berbagai penggantian pejabat sudah sering terjadi, tetapi perbaikan belum terlihat. Ini menjadikan banyak orang yang pesimis. Bisa juga, Anda sudah mencoba bisnis, namun gagal lagi, gagal lagi. 

Anda kemudian mengatakan “fakta” bahwa Anda memang tidak akan berhasil bisnis, atau mengatakan bisnis itu sangat beresiko. Artinya, meski Anda punya fakta dan dalil untuk bersikap pesimis, Anda tetap orang pesimis. Namun, sebenarnya bukan itu penyebab pesimis. Mohon maaf, penyebab pesimis adalah iman yang lemah bahkan orang yang tidak punya iman.
 “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. (QS. Az Zumar: 53) 
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir“. (QS. Yusuf:87) Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat“. (QS Al Hijr:56)
 “Janganlah kalian berputus asa dari rizqi Allah selama kepala kalian masih bergerak. Manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah, tidak memiliki suatu apapun, lalu Allah Azzawajalla memberinya rizqi“. (HR Ahmad No 15294) Dalam hadits lain disebutkan: “Janganlah kalian berputus asa dari kebaikan, selama kepala kalian masih bisa bergerak. Manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah, tidak memiliki suatu apapun, lalu Allah Azzawajalla memberinya rizqi“. (HR Ahmad No 15295) 

Bahaya Pesimis Jika seseorang pesimis terhadap sesuatu, maka dia tidak mungkin lagi berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Tidak ada pencapaian dan kebaikan dari orang yang pesimis. Dia memiliki segudang alasan, logika, dan faktwa bahwa dia tidak perlu berusaha lagi. Jika tidak berusaha, maka dia tidak akan pernah mendapatkan apa-apa. 

Dia bahkan tidak mau berdakwah karena tidak akan ada gunanya menurut dia. Jadi, memang bahaya baik untuk dunia dan akhirat. Malas, tidak mau berusaha, hanya menghujat sana sini, bahkan tidak sedikit yang bunuh diri saat harapan sudah tidak ada. jadi, jangan biarkan sikap pesimis tumbuh dalam hati Anda. 

Cara Mengatasinya Cara mengatasinya artinya kita membangun optimisme dalam diri kita. Jika penyebabnya adalah lemah atau bahkan tidak ada iman, maka jika ada setitik saja rasa putus asa dalam diri kita, maka kita harus terus-menerus meningkatkan keimanan kita. Tentu dengan iman yang sebenar-benarnya iman. Bukankah kita beriman jika Allah Mahakuasa? Maka tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, bagi Allah itu mudah saja. Sebesar apa pun tujuan yang akan kita gapai, bagi Allah itu mudah. 

Jadi, tidak ada kata putus asa jika Anda percaya kepada Allah akan menolong kita. Seorang yang beriman saat dia menghadapi kesulitan, dia tidak akan pernah berputus asa, meski dia bingung apa yang harus dilakukan. Maka dia akan berdo’a meminta petunjuk kepada Allah. Karena dia yakin, Allah Maha Mengetahui. Setelah berdo’a dia akan bertawakal kepada Allah. Saat urusan kita sudah diwakilkan kepada Allah, kenapa kita harus takut? Bahkan sekedar ragu pun tidak pantas, sebab Allah akan membantu kita. Saat keyakinan sudah mantap dalam hati, maka dia akan begitu semangat dalam berikhtiar, optimis, dan menyongsong masa depan yang lebih baik. Masa lalu boleh kelabu. 

Saat ini mungkin banyak masalah. Tetapi, tidak ada alasan kalau besok akan tetap seperti ini. Selama kepala bisa bergerak, maka kita tidak perlu berputus asa dari kebaikan dan rezeki. Kita juga harus tetap optimis meski beban terasa sangat berat. Seberat-beratnya beban, tentu manusia akan tetap mampu menanggungnya. Sebab, Allah tidak akan membebani manusia di luar kesanggupannya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS Al Baqarah: 286) Saya Ingin Optimis, Tapi Apa Yang Harus Saya Lakukan? Tentu saja, kadang kita tidak (sebenarnya “belum”) mengetahui apa lagi yang harus dilakukan? Kita mungkin bingung.  Namun yakinlah, saat kita tidak mengetahui, bukan berarti tidak ada jalan. Kita hanya belum menemukannya. 

Kita bukan tidak bisa, tetapi belum tahu caranya. Jadi, saat Anda tidak tahu harus melakukan apa, maka jawabannya adalah belajar dan/atau mencoba. Artinya, Anda bisa belajar kepada orang lain atau mencoba sendiri kemudian mengambil pelajaran dari percobaan Anda. Jika Anda tidak mau belajar dan berusaha, maka Anda tidak akan pernah menemukan apa-apa. Optimis akan tetap jauh dari diri Anda. Percayalah, semakin banyak belajar (belajar dengan cara yang baik) maka Anda akan semakin optimis. Jalan-jalan seolah mulai terbuka untuk Anda lalui, baik mengatasi masalah Anda maupun menggapai impian Anda. 

Jangan Tergesa-gesa “Sesungguhnya doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, hingga dia berkata; “Aku telah memohon kepada Rabbku namun Dia tidak mengabulkan doaku.” (HR Ahmad No 8784) Sikap tergesa-gesa akan menjadikan kita pesimis. Jika Anda ingin mendapatkan sesuatu dengan tergesa-gesa, akan menyebabkan Anda putus asa, karena harapan memang tidak terlihat. Anda ingin kaya dalam semalam, ingin terampil besok, bahkan ingin dikabulkan do’anya segera. Semuanya butuh proses, ada sunatullah di dunia ini dan kita harus mengikutinya karena itu adalah ketentuan Allah. Jadi, ikuti proses jangan tergesa-gesa. 

Kesimpulan Cara mengatasi pesimis itu tiada lain dengan cara mempertebal iman kita, manajemen qalbu. Sehingga kita akan memiliki keyakinan dalam berikhtiar. Jika Anda menemukan sesuatu yang berat, yakinlah itu dibawah kesanggupan Anda. Jika Anda tidak bisa, maka yakinlah ada caranya, hanya saja belum Anda temukan. Jika memang jauh, maka melangkahlah agar semakin dekat.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Cara Menjaga Mulut/Lisan agar bermanfaat

Pertama
Hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan.

Allah SWT berfirman, 
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. An-Nisa [4]: 114)

Kedua
Tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. 
Rasulullah SAW bersabda:
“Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketiga 
Tidak membicarakan semua yang kita dengar. 
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda: 
“Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)

Keempat
Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa.
Aisyah r.a. berkata,
“Sesungguhnya Nabi shallAllahu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim).

Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, Allahuakbar. Kalimat-kalimat ini lebih baik dari ghibah(umpatan), namimah(mengadu domba) dan maksiat. Jadi peringatan untuk KITA, lisan itu datang dari hati. Jika baik lisan kita, baiklah hati kita. Jika jahat lisan kita, jahatlah hati kita. Sebelum kita bercakap tu, apakata kita ucapkan kalimat-kalimat SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH, LAILAHAILLALLAH, ALLAHUAKBAR. insyaAllah. perkataan yang keluar tu baik-baik belaka. 

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Rental Surabaya

Jumat, 05 Agustus 2016

BELAJAR BERPRASANGKA BAIK KEPADA ORANG LAIN

Ketika semua telah diperdengarkan dengan dentang dan deru modernisasi yang merasuk ke dalam semua sendi kehidupan, maka tidak dapat dibantah bahwa sekarang telah dirasakan getaran kemajuan zaman yang membawa semua orang berkompetisi meraih cita dengan semua cara yang mampu dilakukan. Pada akhirnya membawa warna yang beragam ke dalam setiap denyut nadi kehidupan manusia yang masih diberi kesempatan untuk menghembuskan nafas dengan nyaman.

Hal ini merupakan gambaran kuasa illahi yang tak terhingga dan mayoritas membuat lalai dengan sebuah rasa syukur terhadap seluruh karunia tersebut. Banyak sosok yang masih bisa memanfaatkan kesempatan dari semua nikmat yang telah diberikan dengan menambah saldo keingkaran seperti memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melakukan tindak kriminalitas, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk menumpuk perasaan sombong, dan tidak sedikit contoh yang masih membuat rasa ironi di dalam hati.
Hidup di dunia selalu menghadap kepada dinamika yang beragam, sehingga di antara interaksi sosial tidak jarang di pertemukan dengan konflik lahir maupun konflik batin. Ada yang hanya terpicu masalah sepele membuahkan sebuah perkelahian antar daerah, ada yang hanya karena mempertahankan gengsi sanggup menghalalkan segala cara untuk mempertahankannya, ada yang sanggup memutuskan indahnya hubungan silaturrahim hanya karena suatu pokok masalah yang tidak jelas.

Bahkan, di dalam ruang lingkup keluarga sekalipun tidak jarang perselisihan antara seorang suami dengan isterinya, seorang anak dengan orang tuanya, seorang menantu dengan mertuanya, dan masih banyak lagi kasus-kasus kecil ataupun besar, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Hal ini menunjukkan sisi buruk yang terdapat pada setiap jiwa manusiawi pada tiap orang. Sering sekali terdengar bahwa sekarang adalah masa krisis kejujuran yang sama dengan krisis kepercayaan. Padahal semua insan pada hakekatnya sepakat bahwa rasa percaya adalah subtansi untuk menjadi pondasi terbinanya kerukunan demi mencapai kebahagiaan.

Jika dikaji lebih dalam, hal tersebut kembali kepada pribadi masing-masing, terhadap sebagian kecil kejelekan yang terlepas dari sudut pandang perhatian kepada pengenalan siapa sebenarnya diri ini, atau dapat dikatakan orang telah banyak melupakan sebuah proses muhasabah diri yang seharusnya ada dalam tiap jiwa seseorang demi terbinanya kerukunan bermasyarakat. Hal tersebut dapat dijadikan sebuah bukti bahwa diri manusia telah dipenuhi dengan hasrat terlalu membuka lebar mata mereka untuk menatap segala kesalahan orang lain dan ujung-ujungnya melupakan kesalahan tersebut merupakan satu sisi yang mutlak dimiliki oleh setiap orang.

Oleh karena itu, sangat tepat dengan peribahasa “nampak semut di seberang lautan, tetapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kejiwaan tersebut membentuk sebuah kepribadian yang suka membicarakan aib orang lain (ghibah), meremehkan, mengejek, sehingga termasuk dalam golongan orang yang merasa tinggi hati, gampang mencap orang lain sesuka hati, dan sebagainya.
Tidak perlu mencari siapa contoh si pelaku atau subjek dari masalah tersebut, karena mayoritas setiap orang yang dikenal atau tidak, sedikit banyaknya tidak berbeda dalam hal ini. Hanya saja, beberapa tidak mau mengakui bahkan terkadang tidak mau menyadari, seakan telah menjadi orang yang paling sempurna. Padahal, manusia pada dasarnya memang sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, akan tetapi dalam lingkup sesama manusia tidak ada yang sempurna karena semua orang pasti memiliki kesalahan.

Seandainya setiap orang menyadari kaidah tersebut, insya’ Allah dalam lingkup kecil (keluarga), hingga dalam lingkup yang besar (negara), tidak akan ditemui kerusuhan maupun rasa permusuhan, karena dengan rasa saling menghargai kekurangan, akan tercipta sebuah lingkungan yang penuh kerukunan yang pada akhirnya menghasilkan kedamaian yang didambakan.

Sekarang, tidak jelas apakah karena kemajuan zaman membuat setiap orang seolah-olah telah merasa menjadi paling sempurna dalam segala hal, sehingga melupakan pentingnya arti sebuah agama yang menunjukkan keyakinan terhadap Allah. Ketika dalam kondisi yang terpuruk, bukan terpikir dengan kesalahan apa yang telah dilakukan, malah memikirkan untuk mencari dan memperbesar frekuensi untuk menyalahkan orang lain. Bahkan, tidak sedikit yang sudah berani menyalahkan Tuhan.

Segala perbuatan manusia merupakan manifestasi dari gambaran atau kondisi bathinnya. Jadi, dapat disebut akhlak yang baik dilahirkan oleh kondisi bathin yang baik pula. Perbaikan diri jangan hanya karena pandangan atau penilaian orang lain, melainkan karena keinginan untuk membina kerukunan dan menjauhkan permusuhan kepada sesama agar mendapatkan kedamaian dan rahmat Allah.

Sebagai manusia, tidak jarang bila ditemukan seseorang yang tidak mau menerima intimidasi yang berbentuk apapun karena sifat sombongnya, dan menjadi tuli meskipun bisa mendengar dengan setiap sugesti positif, dan lebih parahnya tidak sedikit orang yang sama sekali tidak mau bercermin kepada dirinya sendiri sebelum memandang sisi negatif orang lain.

Sebagai bahan renungan, mari sama-sama belajar untuk lebih memodifikasi segala sikap yang selama ini dirasakan sebagai sesuatu yang salah, karena orang tidak akan menemukan kebenaran tanpa melalui kesalahan. Dan hal yang tidak kalah penting adalah, merupakan sebuah kesalahan jika penilaian yang paling benar adalah penilaian orang lain, tetapi yang paling mengerti dengan jiwa dan yang paling bisa mengenal diri seseorang adalah dirinya sendiri, hanya saja itu tidak akan bisa dimengerti selama tidak mau menyelami lebih dalam tentang dirinya sendiri. 

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Rental Surabaya

Kamis, 04 Agustus 2016

Tips Untuk Berdebat Bukan berarti mengalah itu kalah

Jika Harus Terlibat Perdebatan

Tentu ada situasi dimana mau tak mau kita harus berdebat. Mengapa? Karena kita sudah menetapkan dan memilih perdebatan kita. Dalam hal ini alasannya bisa jadi sangat personal, bisa juga karena atas tekanan hukum atau berada dalam situasi lain yang tidak dapat menolak perselisihan atau perdebatan.

Dalam forum resmi perdebatan seharusnya tampil elegan, dimana publik secara langsung akan mampu menilai dengan laku, mimik, logika dan argumen yang dilemparkan oleh masing - masing pihak. Menurut saya, profesi guru, dosen, pengacara dan pemimpin harus mampu melakukan debat elegan. Dan profesi - profesi lain juga seharusnya mampu berdebat sejauh berada dalam bidang profesionalisme yang sama. Ya maaf saja, kalau dokter jangan berdebat dengan tukang beca!

Ada beberapa perilaku dalam perdebatan yang patut dicermati.

1. Sikap Lembut dan Tenang

Tidak perlu berteriak dalam berdebat. Dengan asumsi tidak ada yang tuli, tidak perlu ngotot. Gunakan cara yang persuasif bukan agresif. Perdebatan seharusnya dimenangkan oleh argumen yang paling tepat dan masuk akal.

2. Tempatkan Lawan Bicara Bersisian Pada Posisi Anda

Berkatalah dengan baik dan bijak. Posisikan lawan Anda bersisian dengan Anda. Katakan bahwa Anda yakin mereka akan setuju dengan hal – hal yang sifatnya mendasar terlebih dahulu. Jangan tempatkan diri Anda pada posisi berhadapan dan siap serang.

3. Jangan Menyerang

Langsung mengatakan “Anda salah besar!” atau “Anda Bodoh!” Tentunya akan sangat menjengkelkan bagi orang yang mendengar hal tersebut. Sebaliknya Anda harus mampu mengedepankan logika dan argumen yang masuk akal secara jelas dan berurutan, bukan langsung menyerang. Kalah – menang urusan nanti, setidaknya cara berbicara Anda akan menunjukkan siapa Anda. Keseluruhan dari IQ, EQ dan SQ Anda.

4. Jangan Kasar

Jangan sekali – kali berkata kasar sekalipun lawan bicara Anda demikian, memanggil Anda dengan julukan yang tak pantas. Disini fungsi kontrol emosi Anda harus dijalankan. Semakin kasar lawan bicara Anda, semakin nampak bahwa sesungguhnya ia kehilangan fakta untuk mendebat Anda lebih lanjut, Anda boleh tersenyum dan menahan diri.

5. Samakan Persepsi Mendasar

Jika persepsi mendasar saja sudah tidak sama, untuk apa berdebat tentang hal yang lebih sempit atau menjurus sifatnya? Ini seperti orang Cina bercakap dengan bahasa mandarin dan orang Arab menjawab dalam bahasa Arab. Jika, orang Cina dan Arab itu masing – masing dapat bercakap dalam bahasa Inggris walau sangat minim, masih ada titik terang untuk berlanjut! “Me – You – Talk.”

6. Konsisten Pada Topik Debat

Sudah lumrah dalam perdebatan yang kian memanas, salah satu atau kedua belah pihak kemudian saling mengucapkan hal – hal yang diluar topik utama. Sekalipun ingin meledak marah ketika lawan debat mengucapkan “Gue tau loe anak siapa!” acuhkan saja, fokus kembali pada inti perdebatan yang beretika.

7. Berikan Pertanyaan

Dalam perdebatan tanyakan pada lawan debat Anda. Hal – hal yang sifatnya mengarah pada kebenaran dan hal – hal yang logis, mendukung argumen Anda. Bisa dimulai dengan pertanyaan, “Dapatkah Anda contohkan?” Atau “Apakah menurut Anda hal tersebut masuk diakal?” Jika lawan bicara Anda mulai kesal karena kebenaran mulai terungkap, artinya Anda juga sudah mendekati kemenangan.

8. Berdiam Dirilah

Jika setelah mengemukakan argumen berdasarkan fakta yang kuat dan lawan bicara Anda masih saja tak mau mengalah, bahkan terus membombardir Anda dengan segala argumennya sendiri, berdiam dirilah! Banyak perdebatan yang dimenangkan justru tanpa berdebat sama sekali.

9. Kenali Fakta

Kenali fakta dengan baik. Jangan memperdebatkan sesuatu yang tak jelas apalagi ngawur, faktanya harus ada. Berdebatlah jika Anda sungguh tahu medan permainan dan fakta kebenaran.

10. Akui Jika Anda dikalahkan

Jika semua fakta yang Anda kumpulkan relevan, seharusnya Anda menang. Namun ada kalanya lawan bicara Anda mampu mengemukakan fakta yang lebih baik dan bahkan menyudutkan Anda. Akui! Di dalam menerima kekalahan perdebatan, Anda harus menunjukkan kebesaran hati Anda. Mengalah demi kebenaran, jangan bersikap konyol kekanakan demi kemenangan. Orang lain akan angkat topi karena Anda bijak dan bukannya ‘ngeyel’.

Mengalah Untuk Menang

Mengapa Anda boleh mengalah untuk menang? Kemenangan bukanlah segalanya. Ada hal - hal yang lebih baik yaitu melihat kenyataan, menemukan kebenaran dan menjaga kedamaian dalam hati Anda. Emosi dan kebencian tidak seharusnya merusak hubungan baik hanya karena masalah perbedaan pendapat. Berikut ini hal - hal yang dapat menjadi pertimbangan mengapa kita boleh mengalah untuk menang.

Tidak ada Kemenangan yang Hakiki

Dalam debat yang paling resmi sekalipun, ketika perdebatan usai pihak yang kecewa bisa jadi akan terus ‘berdengung’ dibelakang layar, mengungkapkan ketidakpuasan. Mengemukakan temuan - temuan lain mengapa ‘jagoannya’ kalah. Mereka tetap tidak mau mengakui bahwa Anda menang.

Berdebat Menuai Konflik

Dalam suasana persahabatan, debat terasa indah dan intim. Namun jarang ada perdebatan semacam ini khususnya diantara orang - orang yang tidak saling mengenal dengan baik. Yang terjadi justru menuai masalah berikutnya dan kita lalu menyesal karena telah mengucap kata - kata yang sebenarnya tak pantas.

Secara Legal Perselisihan Berakhir dalam Persidangan

Dalam masalah yang berlarut, perdebatan tak lagi dibutuhkan. Perselisihan kemudian masuk ke ranah hukum, dimana pengacara yang terlatih dan dewan juri akan memberikan keputusannya. Padahal mereka tidak terlibat langsung di dalam perselisihan. Jadi kenapa harus lelah berdebat jika pada akhirnya dapat berakhir demikian?

Perasaan Tak Dapat Didikte

Perasaan Anda tidak seharusnya didikte oleh orang lain. Seringkali orang akan menyerang perasaan Anda. Dengan mengatakan bahwa Anda mengada - ada, tidak rasional atau sensitif. Biarkan saja. Perasaan Anda sifatnya milik Anda pribadi, tidak terbantahkan dan tak dapat didikte. Jika Anda yakin dan itu adalah suara dari hati nurani Anda, acuhkan saja serangan orang lain tersebut.

Respek Tak Dapat Dipaksakan

Anda mengerti benar hingga dimana batas - batas Anda telah dilanggar oleh orang lain. Jika hal itu terjadi, Anda harus menetapkan dengan tegas mana yang tidak dapat ditoleransi oleh Anda. Yang tidak diperlukan adalah “menjelaskan” kepada mereka “mengapa”, karena kebutuhan Anda dan mereka tidak sama, tak dapat dipaksakan satu sama lain. Anda tidak butuh pendapat mereka dan sebaliknya mereka juga tidak rugi apapun hanya karena Anda tidak sependapat.

Berhentilah Memaksakan Pendapat

Berdebat itu intinya adalah memaksakan pendapat Anda demi mengontrol orang lain. Artinya Anda memaksa mereka berpikir, merasa dan berperilaku sesuai dengan yang Anda inginkan. Bukankah Anda sendiri akan terganggu, jika ada orang yang berlaku demikian pada Anda??

Berdiskusi secara sopan dan saling tukar opini dengan bersahabat rasanya lebih tepat dilakukan ketimbang debat kusir semata. Hidup seharusnya lebih bermakna untuk menyebarkan kebaikan, menjalin persahabatan dan menolong orang lain. Siapapun mereka! Hidup ini tidak abadi, sifatnya sementara, apa masih harus dirusak dengan benci dan angkara murka hanya karena adu kata - kata? Anda tidak harus selalu hadir dalam setiap perdebatan yang mengundang. Macan yang diam tetap ditakuti, sebaliknya anjing yang kebanyakan menggonggong akan dilempar!

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Karunia Mandiri Consultant
jln. Kedung Asem No 47 Rungkut Surabaya

Rabu, 03 Agustus 2016

8 Tips Memilih Pekerjaan Yang Cocok

1. Memutuskan untuk beralih lebih awal daripada kemudian
Putuskan untuk berganti pekerjaan secepatnya, jangan menunda-nunda! Kadang-kadang orang memilih untuk bertahan di tempat yang lama sambil menunggu datangnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Hal ini seharusnya dihindari. Ketika Anda tidak lagi nyaman dengan pekerjaan dan merasa bahwa itu bukanlah yang terbaik, saat itulah, Anda harus pergi dan mencari tempat pekerjaan baru.
Semakin lama Anda bertahan pada pekerjaan yang menurut Anda buruk, semakin banyak energi dan kepercayaan diri yang terbuang, yang seharusnya dapat Anda pergunakan untuk mencari pekerjaan baru.

2. Luangkan waktu untuk menemukan pekerjaan baru Anda
Pekerjaan yang pertama kali Anda lihat di lowongan kerja, bisa jadi adalah yang terbaik dan benar-benar Anda cari. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa itulah yang terburuk sehingga Anda pun harus melirik lowongan yang lain. Oleh karena itu, berilah waktu pada diri sendiri untuk mencari dan menyeleksi pekerjaan yang tepat. Jangan biarkan tekanan ekonomi, keluarga atau tekanan sosial mempengaruhi pilihan Anda.

3. Fokus pada apa yang Anda suka di tempat kerja, bukan pada apa yang Anda benci
Untuk dapat menyukai suatu pekerjaan, tidak bijak jika Anda hanya berfokus pada absennya hal-hal yang kita benci dalam pekerjaan tersebut. Ada baiknya jika Anda memikirkan kebaikan-kebaikan yang akan Anda dapatkan dari pekerjaan baru tersebut.
Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan keyakinan Anda akan adanya hal-hal baik yang akan Anda dapatkan dari suatu pekerjaan baru, misalnya :
Ingat kembali pada situasi tertentu, dimana saat itu Anda merasa bahagia di tempat kerja.
Tanyakan pada diri Anda, apa yang membuat hal tersebut terjadi?
Lakukan eksplorasi hal-hal apa saja yang potensif memberikan pengalaman hebat dalam pekerjaan Anda ke depannya.

4. Abaikan gaji
Kebanyakan orang berpikir bahwa semakin besar gaji yang didapatkan seseorang, maka tingkat kebahagiaannya pun lebih besar. Akan tetapi menurut studi yang dilakukan oleh Alan B. Krueger (ahli ekonomi) dan Nobel Laurete (psikolog) menyatakan bahwa orang dengan gaji di atas rata-rata memang memiliki kepuasan hidup yang tinggi, tetapi kebahagian yang lebih rendah dibandingkan orang-orang yang menikmati pekerjaan mereka dari waktu ke waktu.
Orang-orang dengan gaji tinggi tersebut cenderung tidak punya banyak waktu untuk mengisi hari-hari mereka dengan hal-hal yang menyenangkan.

5. Abaikan detail relevan lainnya
Saat mencari pekerjaan baru sebaiknya abaikan detail-detail yang tidak relevan dengan deskripsi pekerjaan. Misalnya saja, titel First Assistant manager, tunjangan mobil, status dan tekanan sosial seperti pendapat keluarga jika Anda memilih suatu pekerjaan.

6. Mintalah apa yang Anda inginkan
Tanyakan pada diri sendiri hal-hal apakah yang dapat membuat Anda menikmati sebuah pekerjaan. Katakan dengan jujur hal-hal tersebut jika ditanya dalam interview. Meskipun seandainya Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan tersebut, sesungguhnya kita telah memposisikan diri untuk mendapat pekerjaan yang tepat.

7. Membuat pekerjaan yang besar
Setelah mendapatkan pekerjaan, selanjutnya Andalah yang berkuasa penuh untuk menjadikan pekerjaan tersebut menjadi luar biasa atau justru sebaliknya.

8. Buatlah diri Anda bebas untuk meninggalkan
Jika memang tidak dapat diperbaiki, yang buruk memang harus ditinggalkan. Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukannya.
Jadi, lupakan tentang gaji, titel, status dan tunjangan. Ambilah sebuah pekerjaan berdasarkan satu pertimbangan, “Apakah pekerjaan tersebut akan membuat kita bahagia?” Dan pastikan jawabannya adalah “ya”.

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Rental Surabaya

Selasa, 02 Agustus 2016

Tips Mempersiapkan Presentasi Sidang Skripsi yang Baik dan Benar

Detik-detik menjelang sidang skripsi adalah saat-saat paling mendebarkan bagi kebanyakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang stres karena terlalu khawatir memikirkannya. Namun begitu, sidang skripsi pasti dilalui dan tidak bisa ditolak. Karena ini sudah menjadi bagian dari tugas akademik yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan kuliahnya. Jadi Anda sebagai mahasiswa akan tetap melakukannya.
Masalah umum yang sering dialami oleh kebanyakan mahasiswa saat sidang skripsi adalah saat presentasi skripsi dan saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dewan penguji. Inilah dua hal utama yang sering jadi momok yang ditakuti kebanyakan mahasiswa. Sebenarnya ini tidak perlu terjadi, jika saja para mahasiswa mampu melakukan persiapan dengan baik dan menguasai teknik presentasi skripsi dengan baik.
Karena alasan itulah dalam artikel ini saya akan berbagi tips bagaimana menampilkan presentasi sidang skripsi dengan baik dan benar sekaligus meyakinan. Tips ini dikhususkan buat teman-teman mahasiswa, namun begitu bagi Anda yang bukan mahasiswa semoga bisa menjadi tambahan pengalaman baru buat Anda. Saya membagi tips menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap membawakan dan tahap tanya jawab.

Tahap Persiapan

1. Kuasailah materi skripsi dengan baik
Apa yang akan disampaikan dalam presentasi skripsi adalah hasil penelitian yang sudah dilakukan selama berbulan-bulan. Apapun jenis penelitian skripsi Anda, mulai dari skripsi akuntansi, skripsi manajemen sampai skripsi teknik informatika. Jika penelitian tersebut dilakukan melalui proses yang benar dan sungguh-sungguh, maka menguasai materi presentasi skripsi tersebut akan menjadi jauh lebih mudah.
Namun masalahnya tidak semua mahasiswa melakukan proses penelitian dengan baik. Mereka tidak mengikuti prosesnya dengan benar, mereka tidak mempelajarinya bahkan tidak sedikit mahasiswa yang skripsinya dikerjakan orang lain tanpa meraka tahu kerangka berpikir dari skripsi tersebut. Alhasil mereka bingung saat sidang skripsi sudah mulai dekat. Mereka takut, tidak siap dan merasa tidak menguasai materi skripsi yang akhirnya membuat mereka stres.
Cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh mengerjakan skripsi mulai dari mengajukan judul, membuat proposal skripsi, memperdalam kajian teori, melakukan penelitian, menulis hasil penelitian, melakukan bimbingan, melakukan revisi dan mempelajarinya. Semua itu adalah modal utama Anda dalam presentasi skripsi. Percayalah dengan melakukan semua hal tersebut Anda akan menguasai materi dengan baik. Dan Anda akan jauh lebih siap, bahkan jauh-jauh hari sebelum sidang skripsi itu tiba.
Mungkin Anda bertanya kenapa persiapan harus dimulai dari pengajuan judul? Jawabannya sederhana karena membuat judul adalah langkah awal dalam menyusun skripsi. Dan untuk membuat judul diperlukan sebuah alasan. Alasan inilah yang menjadi kerangka berpikir awal kenapa judul yang dipilih layak untuk diajukan. Jika tahap ini bisa dilakukan dengan baik maka proses selanjutnya akan semakin mudah. Dan Anda telah mampu melakukan bagian terpenting dalam persiapan presentasi skripsi.

2. Siapkan mental
Saat sidang skripsi sudah mulai dekat, rasa cemas biasanya tetap muncul. Ini adalah hal yang wajar. Untuk mengatasinya katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda sudah siap. Hilangkan pikiran-pikiran negatif dalam diri Anda.Yakinkan diri Anda, bahwa Anda sudah menguasai materi Anda dengan baik. Selain itu perbanyaklah berdoa, karena doa akan membuat Anda jauh lebih tenang dan optimis dalam menjalani apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Anda sebagai mahasiswa. Ini bukanlah saran yang klise atau teoritis belaka. Saya pernah melakukannya dan saya yakin semua mahasiswa yang sukses dalam sidang skripsi juga melakukannya.

3. Kenali siapa dosen penguji Anda
Perlu Anda ingat presentasi dalam sidang skripsi Anda tampilkan dihadapan dewan penguji yang terdiri dari beberapa dosen penguji. Jadi mengenali siapa-siapa dosen penguji Anda adalah salah satu hal penting yang tidak bisa Anda lewatkan. Dengan mengenali masing-masing dosen penguji Anda, bagaimana karakternya, bagaimana cara mereka bertanya dan sebagainya akan membuat Anda jauh lebih tenang saat sidang berlangsung. Bagaimana mengenali mereka? Caranya sederhana, silahkan Anda hubungi kakak kelas atau siapa saja yang Anda kenal yang pernah melakukan sidang skripsi sebelumnya. Tanyakan bagaimana biasanya dosen-dosen penguji tersebut memberikan pertanyaan, bagaimana biasanya mereka mengkritisi dan lain sebagainya. Selain itu Anda juga bisa menghadiri beberapa sidang skripsi lain. Lakukanlah pengamatan selama sidang berlangsung dan catat poin-poin penting yang Anda lihat. Lakukan ini dengan baik, karena dengan mengenali audiens ini akan menjadi modal berharga bagi diri Anda saat tampil melakukan presentasi skripsi nantinya.

4. Susunlah slide presentasi skripsi dengan baik
Menyusun slide presentasi untuk sidang skripsi bisa dibilang tidak mudah. Dibutuhkan sebuah pemikiran dan kerja keras untuk memilih konten yang harus ditampilkan dalam tiap slide, grafik, gambar, serta struktur presentasi yang akan Anda sampaikan.
Dalam membuat slide presentasi untuk sidang skripsi kita harus mengedepankan aspek kesederhanaan dan kejelasan. Sederhana maksudnya setiap kalimat yang Anda tampilkan dalam slide harus singkat dan mudah dipahami. Sedangkan kejelasan maksudnya penggunaan latar belakang, warna, jenis font dan ukuran font harus mudah dibaca.
Ingat presentasi skripsi itu tidak lama, maksimal 20 menit, bahkan tidak jarang waktu yang diberikan kurang dari itu, bisa 10 menit atau 15 menit. Untuk itu buatlah slide presentasi skripsi sesuai dengan kebutuhan dan yang terpenting slide tersebut harus memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis (jika menggunakan hipotesis), metode penelitian, hasil penelitian (kalau ada data-data angka tampilkan dengan tabel dan grafik), kesimpulan dan rekomendasi.

5. Lakukan latihan presentasi skripsi dengan baik
Berlatih adalah cara terbaik untuk membuat presentasi skripsi berjalan dengan baik. Dengan latihan Anda akan lebih percaya diri, mampu menyesuaikan apa yang Anda sampaikan dengan waktu yang ada, serta menemukan cara terbaik untuk menyampaikan presentasi. Berlatihlah sendiri di depan cermin, di depan teman-teman dan visualisasikan kesuksesan Anda. Jika sampai tahap ini Anda bisa melakukannya dengan baik maka peluang Anda untuk sukses dalam presentasi skripsi semakin terbuka lebar.

Tahap Membawakan
Dalam tahap ini kita akan belajar tentang bagaimana membuka presentasi, memaparkan isi dan menutup presentasi.

1. Membuka presentasi skripsi
Membuka presentasi dalam sidang skripsi adalah salah satu tahap yang menurut saya tidak mudah dilakukan. Dibutuhkan sebuah pemikiran yang matang sebelum Anda melakukannya. Anda harus benar-benar memikirkan kalimat apa yang paling tepat Anda sampaikan saat berdiri pertama kali di depan dewan penguji. Jangan sampai Anda menunjukkan diri bahwa Anda tidak siap, dengan pembukaan yang buruk. Seperti meminta maaf atau kalimat lain yang menunjukkan bahwa Anda sebenarnya tidak siap.
Saran saya bukalah presentasi skripsi Anda dengan santun dan penuh keyakinan. Caranya sampaikan salam, ucapan terima kasih, kemudian jelaskan topik yang akan Anda sampaikan. Tunjukkan keyakinan Anda dengan bahasa tubuh yang baik dan intonasi suara yang jelas. Silahkan Anda simak contoh berikut:
“Assalamu’alaikum, selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua”
“Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dewan penguji (sebutkan nama masing-masing dan gelar) yang telah mempersilahkan saya untuk mempresentasikan skripsi yang berjudul Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Pemahaman Potensi Diri Siswa Kelas VIII SMP Samaran II tahun pelajaran 20XX “.
Setelah Anda membuka dengan kalimat seperti contoh di atas, Anda bisa melajutkannya dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas atau bisa juga menyampaikan isi presentasi skripsi Anda seperti sebuah narasi tanpa Anda plot dalam poin-poin. Silahkan simak contoh berikut:
“Ada tiga hal yang akan saya sampaikan dalam presentasi ini. Pertama, tentang alasan pemilihan judul yang mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian. Kedua, tentang motode penelitian yang mencakup jenis penelitian, subjek penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Ketiga tentang hasil penelitian yang akan memaparkan hasil temuan selama melakukan penelitian”
Atau:
“Hery Wibowo dalam bukunya Fortune Favor The Ready menjelaskan bahwa pemahaman terhadap potensi diri sangat penting karena merupakan titik tolak pertama dalam pencapaian cita-cita. Dan salah satu tempat yang sangat penting untuk mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang cemerlang, pribadi yang mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal adalah sekolah”.
Dua contoh diatas adalah bentuk pembukaan presentasi, namun menggunakan pendekatan yang berbeda. Pertama kita menjelaskan poin-poin yang akan dibahas. Kedua, kita membuka presentasi dengan kutipan kemudian membuat narasi yang akan mengantarkannya pada alasan pemilihan judul dan seterusnya.
Anda dapat mengeksplorasi sendiri jenis pembukaan seperti apa yang akan Anda sampaikan. Yang terpenting sampaikan pembukaan Anda tersebut dengan santun dan meyakinkan. Percayalah pembukaan ini akan jadi modal penting dalam melanjutkan sesi presentasi skripsi Anda seterusnya.

2. Menjelaskan isi presentasi skripsi
Dalam tahap ini Anda harus mampu menjelaskan isi presentasi skripsi Anda dengan terstruktur dan jelas. Jika Anda mengawali presentasi dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas maka dalam pembahasan jangan sampai Anda melewatkan apapun yang sudah Anda mulai sebelumnya. Namun jika Anda membuka presentasi skripsi dengan sebuah narasi, maka pembahasan Anda harus terstruktur dengan baik. Supaya dewan penguji atau audiens yang mendengarkan Anda memahami bagian-bagian dari apa yang Anda sampaikan dengan baik.
Selain itu gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Anda harus ingat presentasi skripsi itu bersifat formal, jadi penggunaan bahasa yang baik akan memberikan kesan yang baik untuk penampilan Anda. Satu lagi jangan lupa gunakan bahasa tubuh Anda dengan baik untuk memperkuat setiap gagasan yang Anda tampilkan.

3. Menutup Presentasi Skripsi
Dalam presentasi sidang skripsi ada dua cara penutupan presentasi yang baik. Pertama menyimpulkan isi dari presentasi yang biasanya juga kesimpulan dari isi skripsi. Kedua, menyampaikan rekomendasi. Rekomendasi ini Anda sampaikan kepada pihak-pihak terkait yang akan menggunakan hasil penelitian Anda atau yang akan meneruskan penelitian Anda di masa mendatang.

Tahap Tanya Jawab
Dalam tahap ini Anda akan belajar bagamana strategi menghadapi sesi tanya jawab dengan baik dan meyakinkan. Apa saja yang perlu Anda lakukan?

1. Jadilah pendengar yang aktif
Berhasil atau tidaknya Anda memberikan jawaban dengan tepat sangat dipengaruhi oleh kemampuan Anda mendengarkan. Maka yang harus Anda lakukan adalah menjadi pendengar yang baik dengan mendengarkan secara aktif. Caranya pusatkan perhatian Anda, tunjukkan antusiasme Anda dan berikan umpan balik jikalau ada pertanyaan yang kurang Anda pahami saat sesi tanya jawab berlangsung.

2. Ambil jeda
Sebelum Anda menjawab, ambilah jeda beberapa detik untuk memikirkan cara terbaik dalam menjawab pertanyaan. Hal ini memberikan lebih banyak kesempatan kepada Anda untuk menyiapkan jawaban yang bagus. Para dosen penguji pun akan memaklumi dan menerima jeda sebentar tersebut sebelum Anda memberikan jawaban ataupun tanggapan.

3. Berikanlah jawaban dengan penuh keyakinan
Setelah Anda mengetahui jawaban atas pertanyaan dosen penguji, segera jawab pertanyaan tersebut dengan jelas. Berikan jawaban ringkas jika waktunya terbatas, perluas jawaban Anda jika waktunya cukup longgar. Jika pertanyaan terkait dengan hasil atau proses penelitian Anda maka jawablah apa adanya seperti apa yang Anda lakukan saat melakukan penelitian. Namun jika pertanyaannya bersifat teoritis maka berikan jawaban dengan dasar yang kuat, seperti merujuk pendapat para ahli, hasil survei dan lain-lain. Dan satu lagi hindari jawaban dengan menggunakan kata “mungkin”. Karena kata mungkin menunjukkan ketidakyakinan dan bahkan bisa menimbulkan interpretasi baru yang bisa menyebabkan pembahasan akan meluas. Ini malah akan menyulitkan Anda. Jadi berpikirlah dengan cermat, pikirkan jawaban ataupun tanggapan terbaik Anda dengan jelas dan meyakinkan.

Setelah sesi tanya jawab selesai, berarti selesai sudah keseluruhan presentasi skripsi Anda. Namun sebelum Anda mengakhirinya, sampaikan terima kasih atas saran, masukan dan kritik yang diberikan dewan penguji. Katakan Anda akan segera melakukan perbaikan jika ada yang yang perlu diperbaiki. Setelah itu hampiri dewan penguji Anda, jabatlah tangan mereka dengan tersenyum apapun hasil dari sidang skripsi Anda.
Demikianlah tips bagaimana menampilkan presentasi sidang skripsi dengan baik dan benar sekaligus meyakinkan. Intinya lakukan persiapan dengan sebaik-baiknya, tampilkan presentasi skripsi Anda dengan baik, terstruktur dan meyakinkan, serta berikan jawaban terbaik untuk setiap pertanyaan. Lakukan semua itu dengan baik, maka kesuksesan presentasi sidang skripsi akan jadi milik Anda.

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Rental Surabaya

Senin, 01 Agustus 2016

Negoisasi Yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa

Negosiasi gak hanya kamu lakukan di dalam dunia kerja nanti tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Negosiasi terjadi saat berhadapan dengan teman kuliah, pihak administrasi, dosen, dan juga ibu kos. Berikut ini adalah sedikit tips yang mungkin bisa kamu gunakan untuk melakukan negosiasi.

Negosiasi dengan Teman
Sebagai mahasiswa tentu kamu butuh sosialisasi dan teman. Tentunya perselisihan pun tidak dapat kamu hindari. Baik dalam masalah pribadi, atau tugas kelompok. Bahkan gak jarang terjadi perdebatan yang membuat kalian gak mau kalah satu dengan yang lainnya. Sebenarnya bernegosiasi dengan teman itu mudah karena kuantitas pertemuan membuat kamu harusnya mengetahui karakter dari temanmu ini. Kuncinya adalah kenali karakter temanmu. Cobalah berfikir dari sudut pandang temanmu ini. Biasanya mahasiswa adalah orang yang paling mudah untuk dipengaruhi dengan sesuatu yang sifatnya masuk akal atau menggunakan “logika”. Pengaruhi dia hingga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Misalnya jika ia sangat sulit diajak bekerja sama dalam mengerjakan tugas. Beri argumen hal-hal yang bisa merugikannya. Biasanya mahasiswa masih mementingkan keuntungan dan takut akan sesuatu yang merugikannya. Jadi kamu tekankan hal ini.

Negosiasi dengan Pihak Administrasi Kampus
Negosiasi dengan pihak administrasi kampus biasanya mengenai masalah pembayaran uang kuliah, atau keperluan administrasi yang berhubungan dengan perkuliahan semester hingga skripsi. Sayangnya banyak banget mahasiswa yang mengurusi masalah administrasi bukan dengan kepala dingin namun dengan emosi. Kuncinya adalah kesabaran. Berfikirlah dari sudut pandang pegawai administrasi. Biasanya pegawai administrasi ini sering merasa dipusingkan dengan banyaknya permasalahan dari mahasiswa. Terutama yang tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan pihak kampus. Bayangkan berapa banyak mahasiswa yang harus mereka hadapi. Maka cobalah untuk bersikap ramah dan semanis mungkin. Beri mereka rasa nyaman ketika berhadapan dengan kamu. Ajak bercanda dan tertawa. Dengan begini pihak administrasi akan merasa ikhlas menolongmu dan urusanmu menjadi lancar.

Negosiasi dengan Dosen
Biasanya permasalahan yang terjadi dengan dosen adalah masalah tugas, kekosongan daftar hadir yang menghambat kelulusan mata kuliah, mengikuti ujian susulan, dan banyak lagi. Kuncinya jadikan dosen sebagai sahabatmu. Dosen biasanya lebih bersimpati kepada mahasiswa yang dekat dengannya. Bicarakan baik-baik dan beri alasan logis mengenai permasalahanmu dan mengapa ia harus menolongmu. Akan lebih baik ketika ada masalah dosen ini kamu jadikan teman curhat dan ajak berembuk apa yang sebaiknya kamu harus lakukan. Jadi beliau bisa membantu dalam mencari solusi dalam masalah perkuliahanmu.

Negosiasi dengan Dekan
Biasanya yang paling sering dinegosiasikan dengan dekan adalah masalah keterlambatan uang kuliah. Memang tidak mudah karena tiap kampus memiliki kebijakan sendiri mengani pembayaran uang kuliah ini. Tapi tidak ada salahnya kamu coba untuk minta kebijakan mengenai uang kuliah ini. Syaratnya kamu punya kepastian mengenai tenggat waktu untuk pembayaran, berprestasi dalam akademik, rajin menghadiri perkuliahan dan tidak memiliki daftar hitam di kampus. Gak ada salahnya kamu coba pula untuk menjaring teman-teman yang memiliki nasib serupa tapi memiliki keseriusan dalam kuliah dan prestasi yang baik. Selain itu, coba dekati beberapa dosen yang memiliki jabatan dan bersimpati terhadap keadaanmu. Biasanya dengan banyaknya mahasiwa senasib, serta pengaruh dari dosen lain, sang Dekan bisa sedikit melonggarkan kebijakannya.

Negosiasi dengan Ibu Kos
Kalau dengan ibu kos, apalagi masalahnya kalau bukan mengenai tata tertib kosan dan pembayaran uang kosan. Makanya sejak pertama masuk ke kosan kamu harus bersikap baik terhadap ibu kos. Kuncinya adalah cari muka. Buat ibu kos menyayangimu seperti anaknya sendiri. Kamu bisa curhat masalah keluarga dan ekonomimu. Tapi agar lebih mudah menjadi anak kesayangan, kamu harus jadi anak baik dong. Jadi misalnya kamu mau pindah kamar yang lebih enak, sering pulang larut malam atau minta tenggat waktu bayar kosan, biasanya ibu kos akan lebih mengerti.
Agar negosiasimu lebih lancar, ingat untuk melakukannya dengan setenang mungkin. Jangan mendebat lawan bicaramu dan lakukan negosiasi itu di waktu yang tepat ketika lawan bicaramu sedang dalam mood yang baik. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Jasa Pembuatan/Konsultasi Skripsi,Tesis,Disertasi Olahdata di Surabaya
Segera Hubungi Kami :
Faid (Marketing PT KARUNIA MANDIRI CONSULTANT)
Email : karunia_mandiri@yahoo.com
Telp : (031) 8705532
No Hp : 085655015212 / 08123120611 / 031 70742999
atau di lokasi Rental Surabaya
jln. Kedung Asem No 47 Rungkut Surabaya